Kukuruyuk…

Januari 13, 2012

tak akan kutinggalkan kepingan hati di kota ini

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 4:11 pm

maafkan aku. tak mungkin kutinggal kepingan hati di kota ini. tak baik untukmu. tak baik pula untukku.

aku tahu kau akan terpikat oleh kata-kata kosongku. kau akan terhanyut dalam lamunanmu sendiri. dan itu akan menjadi salahku. aku menarikmu ke dalam pelukan kata-kata. ke dalam buaian bait-bait. atau justru aku yang sudah terpikat olehmu? ah..sepertinya akulah yang sudah mulai masuk ke dalam jerat

ingatan akan sosokmu pun senyum lebarmu tak akan hilang. aku janji. tapi kau boleh melupakanku. dan itu lebih baik. karena luka tak akan kutorehkan padamu. tak akan pernah.

entah apalagi yang harus kutuliskan karena semua tak akan terjadi. tak pernah.

Desember 26, 2011

pada sebuah profile picture

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 11:14 pm

pada sebuah foto itu dia merasa cemburu. dia yang telah terpinggirkan. dia yang telah merasa kalah. lalu dia berteriak dalam diam. keterbakaran yang hebat melandanya. tak bisa padam.

lalu diletakkan pada siapa kesalahan itu? lalu pada siapakah makian diarahkan?

saat diam, dia memeluk sepi.

Agustus 12, 2011

hasrat

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 11:14 pm

tak ada yang lebih memalukan dibanding penolakan saat kencan pertama. oh tidak..aku tak akan bercerita tentang kesedihan. kau boleh bertaruh, dan aku yakin aku akan menang. aku akan bercerita kepadamu betapa bodohnya sebuah harapan.

tak ada bunga. tak ada wewangian. tak ada keromantisan. kau terlalu banyak berharap jika itu yang kau mau. sudahlah tak usah kau teruskan membaca bait demi bait kebodohan ini.

hanya sebuah hasrat. sebuah kegelisahan. kalau boleh aku mengutip seorang penyair, rasanya seperti kau sedang berada dalam sebuah kamar yang hangat dan lalu memandang hujan yang turun menyegarkan lewat jendela kaca yang berembun. ada kehangatan yang tak ingin kau tinggalkan, tetapi kesegaran memanggil hasratmu untuk berlari di bawah hujan. lalu aduklah perasaan-perasaan itu hingga pekat. ya..seperti itulah perasaan yang tak mampu kurangkai dengan kata.

hasrat perlahan berubah jadi harapan. seiring dengan lirikan mata dan senyum yang meresah.

lalu dia menghilang.

 

 

gambar diembat dari sini

Juli 28, 2011

dan dia yang berdarah

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 12:21 am

aku akan menulis bait demi bait kenangan ini. untunglah rembulan sedang bersebunyi, hingga tak dibuatnya aku malu pada kecengengan kisah ini. aku masih bisa melukis pada udara, kerut wajahmu. senyum bibirmu. aku tak pandai berkisah, tentu kau tahu itu. mungkin harusnya ini kutulis dalam syair-syair hingga hanya aku sendiri yang tahu. bahkan jika kau tahu, aku yakin kau tak lagi peduli. ah andai saja aku mampu meyakinkanmu…

lalu apalagi yang kuharap selain menghidupkan kenangan?

kemarin lalu…ya kemarin aku menghampirimu dengan penuh harap (selalu saja begitu, maafkan aku..). aku lihat antusias pada matamu. entahlah halusinasiku ataukah kebenaran yang sesaat lewat. kau tersenyum, dan saat itulah dunia menjadi paling nyata bagiku. tak kupungkiri. aku bahagia. entah engkau…

kemudian semua padam. kemudian kehampaan.

tahun-tahun pada saat kita berdekatan. tahun-tahun yang sepenuhnya kuingat.

apa yang kau tawarkan? tak pernah kau tanyakan itu. bahkan ketika aku merasa sanggup melipat dunia ini. bahkan ketika aku menjadi penguasanya. tak pernah pula kau tanyakan pada siapa hasrat terbesarku. tak pula kau tanyakan di mana pusat duniaku. tak pernah.

semoga berbahagia dengannya, wahai kekasihku dalam kenangan.

dari seorang teman, dia tidak menangis hanya saja aku tahu dunianya telah berakhir.

Juli 20, 2011

aspal

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 10:33 am

pada bulir-bulir keringat yang menetes, sangit bau asap masih terasa. jalan yang sama. tahun-tahun yang seperti tak berubah. tak bisa ditandai. jejak tak lagi berbekas. hanyut.

pindahkan saja matahari ini, tuhan. atau hembuskan saja angin sepoi. kalau saja doa itu terjawab.

keindahan masih saja ada pada mata lentik itu. entah siapa dia.

Desember 7, 2010

senja yang kelam dan dingin, siapakah yang memelukmu?

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 5:46 pm

Pada matahari tak lagi aku bisa berharap, sayangku. Ah andai saja aku masih boleh memanggilmu dengan kata itu. Hanya pada malam semuanya mengalir. Tiada putus disana, hanya lebih kelam. Menjadi biasa dengan gelap, tak juga menolong. Kesengsaraan yang tak lagi bisa dibagi, keterpurukan yang tak lagi bisa disantuni.
ah masih saja aku mengingatmu…

Juni 24, 2009

lalu nyala api itu

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 9:56 pm

dia yang tak hendak terbakar
mestilah ia yang tak berhasrat

dia yang tak hendak terpanggang
mestilah ia yang tak bergejolak

dia yang tak hendak terjilat
mestilah dia yang tak berjiwa

Mei 29, 2009

Tak Diinginkan

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 5:40 pm

menjadi sesuatu yang tak diinginkan adalah sebuah siksaan…

percayalah padaku

Maret 5, 2009

cemburu

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 3:09 pm

mendengar celoteh, senyum dan tawa. memerahnya kedua pipi, penanda kebahagiaan yang samar. cerita tentang hati yang tertikam keriangan. lalu aku bagai kursi, diam tak terperhatikan.

menikmati kesunyian. bibir itu tak henti-henti. menyatakan keindahan hubungan, jalinan asmara. sebuah cerita yang tiada akhir. yang sebenarnya tak mengenal kata. suara mungkin tak sanggup menadahinya. hanya pipi yang memerah. dan semua menjadi tersingkap. aku masih saja menjadi kursi.

aliraan laju kenangan. berbait-bait tarian kebersamaan. aku sebuah kursi yang merana.

Oktober 10, 2008

pada sebuah kenangan

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 8:51 am

kemudian aku mulai menyusuri jalan menuju rumahmu, tanpa perintah pada kaki. hendakku adalah  menemuimu. merayap pelan-pelan, mengikuti hentakkan jantung. jantungku telah berkhianat, karena dia berdetak kencang sedang semua ingin kulakukan diam-diam, seperti dahulu. hanya saja hendakku tak mungkin lagi terpenuhi, aku tahu. hanya sebuah rumah bersih, tapi kosong. tak lagi kutemui senyum dan mata lentik itu. jantungku masih bertalu-talu memukul-mukul dada.

lalu kususuri jalan menuju tempat kita saling tatap walau sesaat. kujemput lagi harapan untuk menemuimu. tanganku gemetar, sebuah tremor yang tiba-tiba menyerang, masih seperti dahulu. gemetar yang menjalar ke bibir tanpa bisa kucegah. harapanku tertumpu pada kenangan, yang juga mengkhianatiku. hanya sebuah waduk yang diam dan hutan yang sunyi, tanpa bisa menghadirkan kembali macung hidungmu dan putih lembut kulitmu.

kuhampiri lagi tempat kita berdua meghabiskan pagi dan siang yang terik pada bangku-bangku sekolah. kulewati mushola tempatku mencuri pandang pada bibir merah tanpa pemoles itu. kuraih jendela tempat guru-guru menerima kepindahanmu dahulu ke sekolah kita. tahukah saat pertama kali aku mengintipmu melalui jendela ruang kepala sekolah itu, hanya satu pintaku semoga kau sekelas denganku. dan itu satu-satunya doa yang terjawab tanpa harus tertunda. kuturuti jalan setapak berkerikil di halaman, tempatku berjalan denganmu. sadarkah dirimu, betapa bangganya aku saat itu, seluruh dunia adalah milikku, hanya boleh kubagi denganmu. dan sekarang semua ternyata tidak mampu menghadirkan lagi sosokmu.
tahukah kau, aku telah kehilangan dunia.
sekian lama sudah kita tlah berpisah
kurasa kini engkau tak sendiri lagi
akupun juga seperti dirimu
satu hati telah mengisi hidupku

tak perlu engkau tahu rasa rindu ini
dan lagi mungkin kini kau telah bahagia
namun andai kaudengar syair lagu ini
jujur saja aku sangat merindukanmu

(penggalan lirik ” rindu terlarang” by Broery Pesolima,ah semua selalu benar, seperti biasanya)

Halaman Berikutnya »

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.