di halte ini
wangi tubuhmu yang dulu
tiba-tiba menyeruak
disela-sela riuh
ah..ternyata wangimu telah lama tertinggal dalam angan
atau baiknya begini saja
di kerumunan gegas
antara wangi parfummu
keringat dan debu
kau tiba-tiba hadir lagi
menyentuh ujung ingatanku
(ingatan tentang halte busway dukuh atas dan wangi bau tubuh itu)