urungkan niatmu untuk menorehkan pisau di hatimu, ukir namaku. aku tak lagi bisa menahan hasratku, suatu saat. jangan lagi membuat janji-janji seperti musim-musim yang menjanjikan dirinya akan kembali. sedangkan kau tahu musim pun mengkhianati kita. hujan yang datang tidak indah lagi, angin topan selalu menyertai.
usah terikat oleh kata-kataku, karena aku seorang pengkhianat busuk. seperti semua oknum khianat, wajahku selalu menampilkan sisi surga. bukankah sebaiknya malaikat bersanding dengan setan jika harmoni adalah balasannya. jalan itulah yang kupilih. tak hendak kusesali. takdir menurutku.
sayang, esok lusa mungkin bukan waktumu.