hati siapa yang tak retak. patah. sebuah dampar kencana belum juga cukup. entah kebahagiaan macam apa yang sanggup kuberikan. hanya tubuh yang pasrah yang kau berikan padaku, dinda. tak lebih dari itu. jiwamu tak di sini. aku tahu itu. aku tak menikahi ragamu, tapi juga jiwamu. bukan kepasrahanmu, tapi gelora hatimu.
dinda banowati, aku ingin melepasmu, jika saja cinta tak menahanku melakukan itu. cinta yang sejak semula adalah suci, ternyata melemahkanku. seribu pandawa, sanggup kuhadapi, tapi bukan istriku sendiri. aku tak kan sanggup melawanmu, dinda. aku tak mampu.
kau tahu rasanya digerogoti, sayangku. seperti seribu semut menusukkan taring-taring kecilnya ke hatiku. nyeri yang pelan-pelan. pedih yang pelan-pelan. kematian yang pelan-pelan. ketiadaan yang pelan-pelan.
arjuna, sepupuku, musuh terbesarku. tak cukupkah ia sebagai musuhku dalam dunia ini?kenapakah kaupun terpikat olehnya?
pretamax!
hore pitek urep meneh!
Komentar oleh arya — Juli 24, 2008 @ 6:44 pm |
ah, ini tulisan ra mutu – dari penulis ra mutu – disajikan secara ra mutu
Komentar oleh ndoro kakung — Juli 24, 2008 @ 7:01 pm |
aku nunggu edisi bisma ya
Komentar oleh kw — Juli 25, 2008 @ 9:11 am |
jarene mila, koq dadi banowati … piye tho iki?
Komentar oleh Luthfi — Juli 25, 2008 @ 9:23 am |
wisanggeni ndhi?!
Komentar oleh mPitzky — Juli 25, 2008 @ 10:18 am |
postingan elek. hwakakaka….
Komentar oleh zen — Juli 25, 2008 @ 5:02 pm |
digerogoti bukannya enak, mas?
Komentar oleh venus — Juli 25, 2008 @ 10:30 pm |
iki pitrik dadi ratu … ooh bukan yak … hihihihihi
Komentar oleh mantan kyai — Juli 26, 2008 @ 10:20 am |
pitik ayam…
Komentar oleh herdianto — Juli 26, 2008 @ 2:45 pm |
blog lama hidup kembali.wahooooo…!!!!
Komentar oleh maruria — Juli 27, 2008 @ 7:26 pm |
lagi patah hati….?
Komentar oleh evi — Juli 28, 2008 @ 10:20 am |
lho, lha sing brisik kae endi?
Komentar oleh anakperi — Juli 28, 2008 @ 1:01 pm |
Komentar oleh nothing — Juli 30, 2008 @ 10:09 pm |
Ono crita Anoman Gowo Pecute Pitoh, gak???
Komentar oleh yuswae — Juli 31, 2008 @ 5:52 pm |
Halah Tik…tak kirain masih semaput…(blognya)
Komentar oleh kesambet — Agustus 4, 2008 @ 3:56 pm |
hora mudheng bos.
wakakaka.
bukan postingannya yang ndak mutu. bukan orangnya yang ndak mutu. bukan penyajiannya yang ndak mutu.
tapi saya. weks. hohoho.
Komentar oleh mahadewa — Agustus 10, 2008 @ 11:59 pm |
menye menye mode on….
Komentar oleh Indah Sitepu — Agustus 30, 2008 @ 10:58 pm |