Pada matahari tak lagi aku bisa berharap, sayangku. Ah andai saja aku masih boleh memanggilmu dengan kata itu. Hanya pada malam semuanya mengalir. Tiada putus disana, hanya lebih kelam. Menjadi biasa dengan gelap, tak juga menolong. Kesengsaraan yang tak lagi bisa dibagi, keterpurukan yang tak lagi bisa disantuni.
ah masih saja aku mengingatmu…
Desember 7, 2010
senja yang kelam dan dingin, siapakah yang memelukmu?
Tinggalkan sebuah Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik