tak ada yang lebih memalukan dibanding penolakan saat kencan pertama. oh tidak..aku tak akan bercerita tentang kesedihan. kau boleh bertaruh, dan aku yakin aku akan menang. aku akan bercerita kepadamu betapa bodohnya sebuah harapan.
tak ada bunga. tak ada wewangian. tak ada keromantisan. kau terlalu banyak berharap jika itu yang kau mau. sudahlah tak usah kau teruskan membaca bait demi bait kebodohan ini.
hanya sebuah hasrat. sebuah kegelisahan. kalau boleh aku mengutip seorang penyair, rasanya seperti kau sedang berada dalam sebuah kamar yang hangat dan lalu memandang hujan yang turun menyegarkan lewat jendela kaca yang berembun. ada kehangatan yang tak ingin kau tinggalkan, tetapi kesegaran memanggil hasratmu untuk berlari di bawah hujan. lalu aduklah perasaan-perasaan itu hingga pekat. ya..seperti itulah perasaan yang tak mampu kurangkai dengan kata.
hasrat perlahan berubah jadi harapan. seiring dengan lirikan mata dan senyum yang meresah.
lalu dia menghilang.
gambar diembat dari sini
