Kukuruyuk…

September 10, 2018

Bulan

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 8:49 pm

Ketika malam makin memanjang

Dan bulan tak juga muncul

Gelap

Iklan

Maret 31, 2018

Sendu

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 7:38 pm

Entah pada wajah sendu

atau bisu

Di ujung gerbong

pojokan

Entah pada alis tanpa penghias

Atau bedak

Di sebuah stasiun

Peron

Lalu angin akan mengurai semua

November 13, 2017

Dingin

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 8:15 pm

Temaram lampu jalan dan gerimis tak henti. Menciut dalam hitam. Berlindung pada asap yang sesak.

Lalu dimanakah bahagia?

Januari 10, 2017

Kabut

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 9:31 am

Mengukir keindahan pada sebuah halimun

Menangkap detil detil senyum

Dan luka semakin menganga

November 10, 2014

mendung

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 1:25 pm

pada awan yang berarak menghitam, bisakah kulukis wajahmu? agar tenang tak berombak.

pada jendela yang berembun, mampukah kurangkai senyummu? agar hangat tak menggigil

pada bulir-bulir air hujan, sanggupkah kudekap suara tawamu? agar syahdu tak risau

Juli 17, 2014

Bunga Matahariku

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 5:36 pm

image

lalu aku terpana
sekejap
limbung
jatuh cinta lagi

Februari 20, 2014

Tiga bulan bukan waktu yang lama

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 8:00 pm

tiga bulan bukan waktu yang lama
sebatang rokok dan asap knalpot berbaur
bau keringat
bunyi kelopak bunga

tiga bulan bukan waktu yang lama
setumpuk goresan pensil
segenggam harapan akan gajian
guratan pada kening kian menebal

tiga bulan bukan waktu yang lama, permataku

Oktober 18, 2013

Rambut

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 10:32 am

Mengusap rambutmu ada bulir-bulir air jatuh. Ditelan angin pada musim panas. Ia yang belum juga menetes ke tanah. Aku yang kehausan.

Juni 27, 2013

Menggandeng Tanganmu

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 2:25 pm

Basah keringat yang kecut dan debu yang menempel, tentu bukan itu yang kau inginkan. Deru yang beringas menyambar-nyambar, hatiku berdesir.

Erat, mungkin kau takut atau aku yang was-was. Ah..aku merisaukan sepi.

Oktober 27, 2012

sisa hujan di jendela

Filed under: Uncategorized — kukuruyuk @ 1:13 pm

kabut dan samar sisa hujan yang kusangka air matamu. dingin dan sepi yang kukira pelukmu. gelap dan bau tanah basah yang kubayangkan ciumanmu.

tak tersisa kelembutan, kecuali gundahmu. tak terukir kehangatan, kecuali risau.

dingin, sepi dan gelap. tak ada rindu.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.